Saturday, March 3, 2012

AORI, Apresiasi untuk mereka di bidang Olahrga.

AORI atau Ajang Olahraga Indonesia. Seperti yang dilansir di homepage AORI , ajang ini digelar Tabloid BOLA setiap tahun sejak 1989. Penghargaan diberikan pada sosok yang berprestasi dan berkarya pada tahun sebelumnya. dinamakan AORI  2011 karena mengacu pada tahun sebelumnya, tapi dilaksanakan pada 2012.

Dahulunya bernama Anugrah Atlet Indonesia, setelah akhirnya kini di beri Nama . Di namakan AORI  karena Tabloid Bola tak hanya memberikan penghargaan kepada atlet, tapi juga para pelatih maupun pembina.

Penghargaan kali ini terdiri dari 5 kategori, yakni Atlet Putra Terbaik, Atlet Putri Terbaik,Tim Terbaik Pelatih Terbaik,atlet Favorit. Tentu saja mereka yang termasuk dalam kategori tersebut mempunyai andil besar dalam dunia Olahraga di negeri ini.


Suatu perhelatan yang menjadi kehormatan besar untuk mereka yang namanya termasuk dalam kategori diatas tadi. Ajang ini sangat bagus untuk kemajuan Olahraga di negeri ini, karena prestasi para atlet kita mendapatkan apresiasi dari segenap rakyat Indonesia yang menyumbangkan pilihannya lewat polling.
Tentu saja mereka yang termasuk dalam kategori akan berusaha lebih baik lagi untuk kedepannya. mereka juga merupakan pahlawan Indonesia di kancah internasional, yang terkadang bertarung jauh dari negara. Mereka bekerja keras memenangkan tiap pertandingan demi mengangkat nama besar Indonesia. Peraduan heroik mereka telah sukses mengantarkan Indonesia sebagai juara umum di Sea games kemarin.

Triyaningsih, nama masuk ke dalam 2 kategori yaitu Atlet Putri terbaik dan Atlet favorit. Sementara pelatihnya ,Alwi Mugiyanto masuk ke dalam nominasi pelatih Terbaik. Triyaningsih sukses menyumbangkan 3 emas dan 1 perunggu dalam perhelatan Sea Games kemarin. Dilansir dari AntaraNews, Triyaningsih sendiri memiliki tinggi 146 cm dan berat badan yang tak lebih dari 37 kilogram, namun saat berlari ia melesat seperti angin.




Sebelum bertanding, kondisi Triyaningsih sebetulnya tak betul-betul prima. Triyaningsih mengaku kakinya melepuh, namun gadis mungil kelahiran Semarang, 15 Mei 1987 itu tetap nekat bertanding. Ia bahkan sempat merahasiakan sakitnya, karena jika ketahuan, Triyaningsih takut tak diperbolehkan bertanding.

 "Jangan bilang-bilang kakiku sakit, nanti tidak boleh tanding. Boleh disiarkan tapi setelah aku tanding," kata Triyaningsing, yang meminta wawancaranya "diembargo" hingga nomor maraton usai di pertandingkan.

 Akibat kenekatannya, seusai lomba, Triyaningsih langsung dibawa ambulans dengan kaki kanan terbalut perban. Bahkan saat pengalungan medali dilakukan, terpaksa ia diwakili rekannya sesama pelari nasional, Rini Budiarti.

Sungguh sebuah pengorbanan yang patut untuk di apresiasikan,tak mengherankan nama Triyaningsih termasuk ke dalam 2 kategori yang ada diadakan oleh AORI  Akan tetapi, saya menemukan sebuah artikel yang begitu memilukan, keadaan yang sangat kontras dengan keadaan Triyaningsih.

 Di kutip dengan sumber yang sama, Antaranews. Namanya Muhammad Nur, Pria kelahiran Jayapura itu pernah berjaya saat mengharumkan negara ketika menjuarai nomor tim pursuit putra di Chiang Mai pada SEA Games 1995 dan kemudian mempertahankannya di Jakarta dua tahun kemudian. Hingga kini ia mendiami satu ruma petak di gang kecil Pulo Gadung, Jakarta timur.

Tidak ada perabotan sama sekali di kontrakan yang luasnya tidak lebih dari 16 meter persegi itu. Tamu yang datang terpaksa duduk di lantai di ruang depan yang juga sekaligus menjadi kamar tidur anak-anaknya. Didampingi istrinya, Muhammad Nur kemudian menceritakan bahwa sejak 2003, ia bekerja sebagai buruh panggul di sebuah pasar daging di kawasan Pulo Gadung untuk menghidupi keluarganya.

Muhamamad Nur pernah dipercaya sebagai pelatih, yaitu saat menangani tim DI Yogya ketika menghadapi PON 2000 di Jawa Timur. Tapi ia kemudian tidak menekuni profesi tersebut lebih jauh karena tidak yakin bahwa profesi tersebut benar-benar akan memberikan jaminan masa depan karena tidak ada penghasilan tetap.

Muhammad sebenarnya menekuni profesi sebagai atlet balap sepeda dalam waktu yang cukup singkat, yaitu antara 1993 sampai 1997 dan memutuskan pensiun saat masih berusia 25 tahun, usia emas seorang atlet.


"Saya merasa usaha keras saya hanya akan sia-sia dan dalam kenyataannya saya tidak mendapatkan apa-apa. Lebih baik saya mundur saja mencari pekerjaan lain meski akhirnya saya harus menjadi kuli kasar seperti ini," kata Muhammad Nur sambil memperlihatkan piagam-piagam yang pernah diterimanya saat menjadi atlet berprestasi.

Saya benar benar tersentuh mengetahui artikel itu, perasaan miris sekaligus takjub pun bercampur aduk. Saya sungguh kecewa dengan kurangnya perhatian pemerintah dengan prestasi yang diraih oleh atlet. Terkadang saya berpikir ini sama saja dengan kata “abis manis,sepah dibuang” . nama mereka kian diteriakkan saat perlombaan, akan tetapi saat selesai perlombaan nama mereka pun seperti hilang ditelan bumi, tak ada kabar sama sekali. Hal yang tak jauh berbeda juga di alami oleh senior Muhammad Nur, Soeharto namanya. Berasal dari Surabaya, juara SEA Games 1979 di Malaysia untuk nomor "team time trial" yang sekarang menyambung hidup sebagai tukang becak.

 Namun Suharto sedikit lebih beruntung karena beberapa waktu lalu mendapat bantuan rumah dari Kantor Pemuda dan Olahraga yang secara simbolis diserahkan Wakil Presiden Boediono saat peringatan Hari Olahraga Nasional pada 9 September lalu di Jakarta.

Saya rasa masih banyak kisah kisah memilukan yang dialami atlet seperti Muhammad Nur yang tidak kita ketahui. Saya benar benar berterima kasih untuk Tabloid Bola yang telah mengadakan acara AORI  ini. sebuah perhelatan yang benar benar ditujukan oleh orang orang yeng berkontribusi tinggi di bidang olahraga. Acara penghargaan olahraga juga tidak kalah penting disamping banyaknya penghargaan untuk perfilman, musik, ataupun program televisi yang ada di Indonesia.

Akan tetapi menurut saya 5 kategori yang diadakan belum mencakup keseluruhan yang ada. Masih banyak lagi kategori yang dapat dilombakan, yakni seperti Kategori kategori Wasit terbaik, jurnalist(reporter) olahraga terbaik, maupun managemen terbaik.


Wasit terbaik.
Wasit merupakan orang yang cukup memiliki andil di setiap keputusaanya dalam memimpin sebuah pertandingan. Salah mengambil keputusan bisa bisa justru berakibat fatal. Ketegasan wasit dalam menjunjung tinggi peraturan yang ada patut diperhitungkan. Wasit yang bagus juga tegas dalam memberi sanksi kepada para pemain yang melanggar tanpa pandang bulu. Wasit seperti ini sangatlah patut diapresiasikan, mereka memimpin pertandingan yang berkualitas.

Jurnalis ataupun reporter terbaik.
Perkembangan olahraga di negeri kita pun juga tidak pernah lepas dengan kehadrian para jurnalis ataupu reporter yang setia memberikan informasi tiap waktunya. Olahraga yang kurang diperbincangkan seperti Tenis, Anggar, renang,atletik, sepeda roda, dll. Merek adalah orang yang dengan setia menyebarkan informasi tentang olahraga dimanapun dan kapanpun.

Orang yang saya maksud juga bukanlah orang yang secara resmi terdaftar dalam reporter ataupun jurnalist di salah satu media tertentu. Akan tetapi mereka yang mencintai olahraga dan bertekad untuk memajukan olahraga negeri kita ini. selalu mendukung kegiatan olahraga, dan berkontribusi penuh terutama dalam pencapaian informasi. Mereka tidak menginginkan sebuah ketenaran nama, tapi mereka meninginkan sebuah kemajuan olahraga yang diikiutinya. Sangat pantas untuk si apresiasikan.

Manajemen terbaik.

Olahraga yang bagus yang tidak dibarengi oleh Manajemen yang bagus juga tidak akan menghasilkan dampak yang bagus. Talenta emas yang dilatih pun tidak akan bersinar semestinya. Suatu hal yang harus di perhatikan yakni berkaitan dengan Pelatihan (waktu, tempat,pelatih, kedisiplinan) maupun dengan hal sponsor atau dana (biaya peralatan, asuransi,dll) . kedua hal tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan olahraga , oleh sebab itu bidang Manajemen juga harus diapresiasikan.

Ayo semangat Olahraga Indonesia!!

yuk kunjungi portal Tabloid Bola untuk mengetahui informasi yang up to date, klik gambar di bawah ini ya

Sports News Portal

klik gambar di bawa ini untuk mengikuti polling AORI 2011,
 Anugerah Olahraga Indonesia


No comments:

Post a Comment